Pascagempa yang melanda Nusa Tenggara Timur, Kementerian Kesehatan menyiapkan dua Rumah Sakit Lapangan di RSUD Ruteng (Kabupaten Manggarai) dan RSUD Aeramo (Kabupaten Nagekeo). Langkah ini bertujuan menjamin layanan medis tetap tersedia sekaligus mempercepat pemulihan fasilitas kesehatan yang rusak akibat guncangan.
Menurut Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, pendirian RS Lapangan merupakan respon cepat dari pengaktifan Health Emergency Operation Center (HEOC). Upaya tersebut krusial agar warga terdampak bencana tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan yang aman dan optimal, mengingat kedua rumah sakit itu mengalami kerusakan.
Di lapangan, Tim Emergency Medical Team (EMT) Komposit Nagekeo pada Selasa (18/8) telah berkoordinasi dengan pihak RSUD Aeramo terkait operasional RS Lapangan. Tim juga bekerja sama dengan petugas Instalasi Pemeliharaan Rumah Sakit untuk memeriksa kerusakan ruang perawatan demi keamanan staf dan pasien. Hasil peninjauan sementara menunjukkan RSUD Aeramo masih membutuhkan tambahan tenda penunjang.
Untuk memperkuat penanganan, tim gabungan yang diterjunkan melibatkan beragam tenaga kesehatan: dua dokter spesialis ortopedi, satu dokter spesialis bedah umum, dua dokter spesialis anestesi, satu dokter umum, serta perawat untuk instalasi gawat darurat, anestesi, dan kamar operasi. Personel tersebut berasal dari Tim Utama yang menghimpun unsur kesehatan dari Kupang, RS Wahidin Makassar, RS Leimena Ambon, dan RS Ben Mboi Kupang, didukung Tim Cadangan dari RS Kariadi.
Selain di Nagekeo, tenaga medis yang ditempatkan di RSUD Ende juga disiagakan untuk membantu RSUD Aeramo apabila kebutuhan meningkat akibat dampak susulan gempa. Dalam operasinya, tim EMT membawa logistik prioritas antara lain vaksin dari Bio Farma, satu set Emergency Kit, 2.000 masker, 1.000 kantong infus, dan 400 pasang sarung tangan medis.
Kemenkes menyatakan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan mengidentifikasi kebutuhan lebih lanjut bersama pemerintah daerah guna mempercepat pemulihan fungsi fasilitas kesehatan di seluruh wilayah yang terdampak.
Sumber: Antaranews