Bersiap sebelum, selama, dan setelah bencana.

Gunung Meletus

Gunung Meletus

Gunung berapi adalah bukaan pada kerak Bumi yang memungkinkan batuan cair, gas, dan puing untuk keluar ke permukaan. Saat letusan, lava dan puing lain dapat mengalir dengan kecepatan hingga 160 km/jam, menghancurkan segala yang dilewatinya. Abu vulkanik dapat menempuh ratusan mil dan menimbulkan masalah kesehatan serius.

Letusan gunung berapi dapat:

  • Mencemari pasokan air.
  • Merusak mesin dan peralatan.
  • Mengurangi jarak pandang akibat kabut dan gas berbahaya yang mengancam daerah rendah.
  • Menyulitkan pernapasan serta mengiritasi kulit, mata, hidung, dan tenggorokan.

Apabila Terdapat Peringatan Letusan

  • Dengarkan informasi dan peringatan darurat.
  • Ikuti perintah evakuasi atau berlindung. Apabila diperintahkan evakuasi, lakukanlah sejak dini.
  • Kurangi paparan abu: batasi waktu di luar ruangan; gunakan masker debu bila terpaksa ke luar.
  • Hindari area di arah angin dan lembah sungai di bawah gunung berapi.
  • Berteduh sementara dari abu vulkanik di tempat Anda berada; tutup lubang ventilasi serta segel pintu dan jendela.
  • Jangan naik ke atap untuk membersihkan abu.

Persiapan

  • Kenali risiko letusan di wilayah Anda; tanyakan rencana evakuasi dan perlindungan dari abu kepada pengelola darurat setempat.
  • Pelajari sistem peringatan dini (misalnya layanan notifikasi aktivitas vulkanik dari instansi terkait).
  • Sediakan perlengkapan darurat berupa makanan tidak mudah rusak, perbekalan kebersihan, dan air minum untuk beberapa hari. Perhatikan kebutuhan medis setiap orang termasuk hewan peliharaan.
  • Latih rencana komunikasi dan evakuasi bersama seluruh keluarga; siapkan rencana bagi hewan peliharaan dan ternak.
  • Simpan dokumen penting di tempat aman; buat salinan digital yang dilindungi kata sandi.

Saat Terjadi

  • Dengarkan peringatan. Ikuti perintah evakuasi dari otoritas setempat; evakuasi sejak dini.
  • Hindari area di arah angin dan lembah di bawah gunung berapi.
  • Berteduh sementara di tempat Anda apabila memiliki cukup perlengkapan; tutup ventilasi serta segel pintu dan jendela.
  • Apabila di luar ruangan, lindungi diri dari abu jatuhan yang dapat mengiritasi kulit dan saluran napas; gunakan masker wajah berstandar seperti N95.
  • Hindari mengemudi saat hujan abu lebat.

Setelah Kejadian

  • Dengarkan otoritas mengenai waktu yang aman untuk kembali. Tetap di dalam ruangan hingga dinyatakan aman.
  • Gunakan pesan singkat atau media sosial untuk menghubungi keluarga dan kerabat.
  • Hindari mengemudi saat hujan abu lebat; abu dapat menyumbat mesin.
  • Hindari kontak dengan abu apabila Anda memiliki masalah pernapasan.
  • Jangan naik ke atap membersihkan abu tanpa panduan; abu membuat permukaan licin.
  • Gunakan pakaian pelindung dan masker saat membersihkan; anak-anak tidak perlu dilibatkan.

Riwayat Letusan Gunung Berapi di Indonesia (20 Tahun Terakhir)

Indonesia memiliki lebih dari 120 gunung api aktif dan merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik. Berikut beberapa letusan signifikan dalam dua dekade terakhir, diurutkan dari yang paling baru:

Tahun Gunung Api Lokasi Korban Jiwa
2024 Lewotobi Laki Nusa Tenggara Timur 13 (erupsi berlanjut ke 2025)
2024 Ruang Sulawesi Utara 0 langsung (ribuan rumah hancur, puluhan ribu mengungsi)
2023 Marapi Sumatera Barat 23
2021 Semeru Jawa Timur 57
2018 Anak Krakatau Selat Sunda (Banten, Lampung) 426 (akibat tsunami vulkanik)
2014 Kelud Jawa Timur 7
2013–2019 Sinabung Sumatera Utara 23 (akumulasi)
2010 Merapi Jawa Tengah & DI Yogyakarta 353
2004 Bromo Jawa Timur 2

Sumber data: Wikipedia (Daftar letusan gunung berapi abad ke-21), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Comments are closed.