Bersiap sebelum, selama, dan setelah bencana.

Banjir

Banjir

Banjir adalah meluapnya air secara temporer ke permukaan tanah yang biasanya kering. Banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi. Kegagalan untuk mengevakuasi area terdampak atau memasuki genangan air dapat menimbulkan cedera bahkan kematian.

Banjir dapat:

  • Terjadi akibat hujan, salju, badai pesisir, lumpur pasang surut, serta luapan bendungan dan sistem air lainnya.
  • Berkembang secara perlahan maupun mendadak. Banjir bandang dapat datang tanpa peringatan.
  • Menyebabkan pemadaman listrik, mengganggu transportasi, merusak bangunan, serta memicu tanah longsor.

Apabila Terdapat Peringatan Banjir

  • Segera temukan tempat perlindungan yang aman.
  • Jangan berjalan, berenang, atau mengemudi menembus genangan air. Berbaliklah, Jangan Tenggelam!
  • Ingatlah, enam inci air yang bergerak dapat menjatuhkan Anda, dan satu kaki air yang bergerak dapat menghanyutkan kendaraan Anda.
  • Jauhi jembatan di atas air yang bergerak cepat.
  • Sesuai jenis banjir: evakuasi apabila diperintahkan; pindah ke tempat lebih tinggi; atau tetap di tempat apabila aman.

Sebelum Banjir

  • Kenali risiko banjir di wilayah Anda. Pelajari peta risiko banjir dari instansi berwenang setempat.
  • Daftarkan diri pada sistem peringatan dini masyarakat. Simulasi siaran peringatan darurat dan radio cuaca nasional juga menyampaikan peringatan.
  • Beli atau perbarui asuransi banjir. Polis asuransi rumah tinggal umumnya tidak menanggung kerugian akibat banjir. Kebijakan berlaku setelah masa tunggu, maka persiapkan jauh sebelum bencana.
  • Susun rencana tanggap darurat keluarga, termasuk untuk hewan peliharaan. Pelajari rute evakuasi, rencana perlindungan, dan respons banjir bandang.
  • Kumpulkan perlengkapan berupa makanan tidak mudah rusak, perbekalan kebersihan, dan air minum untuk beberapa hari.
  • Simpan dokumen penting dalam wadah kedap air; buat salinan digital yang dilindungi kata sandi. Pindahkan barang berharga ke tempat lebih tinggi. Bersihkan talang air dan pasang katup pemeriksa.

Saat Banjir

  • Segera evakuasi apabila diperintahkan. Jangan pernah mendobrak pembatas jalan; petugas menggunakannya untuk mengarahkan lalu lintas keluar area banjir.
  • Dengarkan siaran peringatan darurat untuk informasi dan tata cara penanganan banjir terkini.
  • Jangan berjalan, berenang, atau mengemudi menembus genangan air. Berbaliklah, Jangan Tenggelam!
  • Jauhi jembatan di atas air yang bergerak cepat.
  • Apabila terjebak dalam kendaraan yang terapung, tetap di dalam mobil; naik ke atap apabila air masuk ke dalam kabin.
  • Apabila terjebak di dalam bangunan, naik ke tingkat tertinggi. Hanya naiki atap bila perlu dan beri isyarat minta tolong.

Setelah Banjir

  • Patuhi otoritas setempat. Hanya kembali ke rumah apabila dinyatakan aman.
  • Gunakan sarung tangan tebal, pakaian, dan sepatu pelindung saat membersihkan; gunakan masker apabila membersihkan jamur atau puing.
  • Waspadai ular dan hewan lain yang mungkin masuk ke rumah.
  • Waspadai risiko tersengat listrik. Jangan sentuh peralatan listrik yang basah. Matikan aliran listrik apabila aman dilakukan.
  • Hindari berendam di air banjir yang tercemar dan mungkin mengandung puing berbahaya. Gunakan generator atau mesin berbahan bakar lain HANYA di luar ruangan dan menjauhi jendela.

Riwayat Banjir Besar di Indonesia (20 Tahun Terakhir)

Berikut beberapa banjir dan banjir bandang besar di Indonesia dua dekade terakhir, diurutkan dari yang paling baru:

Tahun Peristiwa Lokasi Korban Jiwa
2025 Banjir dan longsor Aceh Aceh (Bencana Sumatra 2025) ~483
2025 Banjir Padang Kota Padang, Sumatera Barat 12 (31.845 jiwa terdampak)
2021 Banjir besar Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan ~21
2019 Banjir bandang Sentani Sentani, Jayapura, Papua 105
2013 Banjir Jakarta Jakarta dan sekitarnya 20+ (puluhan ribu mengungsi)
2007 Banjir Jakarta terparah Jabodetabek 80

Sumber data: BNPB dan Wikipedia.

Comments are closed.