Bersiap sebelum, selama, dan setelah bencana.

Tsunami

Tsunami

Tsunami adalah serangkaian gelombang laut raksasa yang diakibatkan oleh gempa bumi, longsoran bawah laut, letusan gunung berapi, atau asteroid. Tsunami dapat menewaskan serta melukai manusia, dan merusak bangunan serta infrastruktur. Tsunami dapat:

  • Bergerak 20–30 mil per jam dengan ketinggian gelombang 10–100 kaki.
  • Menyebabkan banjir dan mengganggu transportasi, kelistrikan, komunikasi, serta pasokan air.
  • Terjadi di sepanjang pantai mana pun. Pesisir Samudra Hindia termasuk berisiko tinggi.

Apabila Terdapat Peringatan Tsunami

  • Apabila dipicu gempa bumi, Jatuhkan, Lindungi, lalu Tahan diri dari gempa terlebih dahulu.
  • Pergi ke tempat tinggi sejauh mungkin ke arah darat.
  • Waspadai tanda-tanda tsunami, seperti naik atau surutnya air laut secara tiba-tiba.
  • Dengarkan informasi dan peringatan darurat; selalu ikuti arahan pengelola darurat setempat.
  • Evakuasi: JANGAN menunggu! Pergi segera setelah melihat tanda alam maupun peringatan resmi.

Persiapan

  • Pelajari tanda potensi tsunami: gempa bumi, suara gemuruh dari laut, atau perilaku laut yang tidak wajar (air naik atau surut tiba-tiba menampakkan dasar laut).
  • Kenali dan berlatihlah dengan rencana evakuasi masyarakat. Pilih tempat perlindungan setidaknya 100 kaki (30 meter) di atas permukaan laut atau minimal satu mil ke arah darat.
  • Susun rencana komunikasi darurat keluarga dengan satu kontak di luar provinsi.
  • Daftarkan diri pada sistem peringatan dini; peringatan juga disampaikan melalui sirene luar ruangan, pejabat setempat, pesan singkat, dan telepon.

Saat Terjadi

  • Apabila ada gempa di area tsunami, lindungi diri dari gempa terlebih dahulu, lalu pindah ke tempat aman setinggi dan sedalam mungkin ke arah darat begitu guncangan berhenti.
  • Jangan menunggu perintah evakuasi; pergi seketika apabila ada tanda alam atau peringatan resmi.
  • Apabila berada di atas perahu, arahkan haluan menghadap gelombang dan pergi ke tengah laut; apabila di pelabuhan, pergilah ke darat.
  • Apabila berada di dalam air, pegang benda yang dapat terapung seperti rakit atau batang pohon.

Setelah Kejadian

  • Dengarkan peringatan dan otoritas setempat mengenai area yang harus dihindari serta lokasi perlindungan.
  • Hindari berendam di air banjir yang mungkin mengandung puing berbahaya. Waspadai risiko tersengat listrik.
  • Jauhi bangunan, jalan, dan jembatan yang rusak.
  • Dokumentasikan kerusakan properti dengan foto; hubungi perusahaan asuransi.

Tsunami Besar di Indonesia

Indonesia terletak di pertemuan lempeng tektonik dan memiliki sejarah panjang bencana tsunami, baik akibat gempa bumi maupun letusan gunung berapi. Berikut beberapa peristiwa tsunami terbesar yang pernah tercatat di Indonesia:

Tahun Peristiwa Lokasi Terdampak Korban Jiwa (estimasi)
1883 Letusan Krakatau menciptakan tsunami raksasa Selat Sunda (Banten, Lampung, Batavia) ~36.417
1992 Gempa bumi Flores Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur ~2.500
1994 Gempa bumi Jawa Timur Banyuwangi dan pesisir Jawa Timur ~250
2004 Gempa dan tsunami Samudra Hindia Aceh dan pesisir Sumatra ~167.000 (di Indonesia)
2006 Gempa Pangandaran Pangandaran, Jawa Barat 668
2018 (September) Gempa dan tsunami Palu Palu, Sulawesi Tengah ~2.077
2018 (Desember) Letusan Anak Krakatau Selat Sunda (Banten, Lampung) 437

Sumber data: Wikipedia, Encyclopaedia Britannica, dan badan penanggulangan bencana nasional.

Tsunami Besar di Indonesia

Indonesia terletak di pertemuan lempeng tektonik dan memiliki sejarah panjang bencana tsunami, baik akibat gempa bumi maupun letusan gunung berapi. Berikut beberapa peristiwa tsunami terbesar yang pernah tercatat di Indonesia, diurutkan dari yang paling baru:

Tahun Peristiwa Lokasi Terdampak Korban Jiwa (estimasi)
2018 (Desember) Letusan Anak Krakatau Selat Sunda (Banten, Lampung) 437
2018 (September) Gempa dan tsunami Palu Palu, Sulawesi Tengah ~2.077
2006 Gempa Pangandaran Pangandaran, Jawa Barat 668
2004 Gempa dan tsunami Samudra Hindia Aceh dan pesisir Sumatra ~167.000 (di Indonesia)
1994 Gempa bumi Jawa Timur Banyuwangi dan pesisir Jawa Timur ~250
1992 Gempa bumi Flores Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur ~2.500
1883 Letusan Krakatau menciptakan tsunami raksasa Selat Sunda (Banten, Lampung, Batavia) ~36.417

Sumber data: Wikipedia, Encyclopaedia Britannica, dan badan penanggulangan bencana nasional.

Comments are closed.