Bersiap sebelum, selama, dan setelah bencana.

Tanah Longsor

Tanah Longsor

Tanah longsor terjadi di seluruh wilayah dan dapat dipicu oleh banyak faktor, termasuk gempa bumi, badai, letusan gunung berapi, kebakaran, serta perubahan lahan oleh manusia. Longsor yang paling berbahaya dan mematikan adalah yang terjadi dengan cepat serta kerap tanpa peringatan.

Tanah longsor terjadi ketika massa batuan, lumpur, atau puing bergerak menuruni lereng. Setelah kebakaran lahan, peluang longsor meningkat selama beberapa tahun.

Sebelum Terjadi

  • Siapkan perlengkapan darurat dan susun rencana bagi rumah tangga termasuk hewan peliharaan.
  • Daftarkan diri pada sistem peringatan dini masyarakat.
  • Menyingkirlah apabila diperintahkan evakuasi atau merasa tidak aman berada di rumah.
  • Konsultasikan dengan ahli profesional mengenai tindakan pencegahan yang sesuai, seperti sambungan pipa fleksibel.
  • Lindungi properti berdasar saran ahli geoteknik; gunakan karung pasir, tembok penahan, atau pembatas jalan.

Mengenali Tanda Peringatan

  • Dengarkan dan awasi aliran air, lumpur, atau suara yang tidak wajar. Suara gemuruh samar yang makin keras mendekati adalah pertanda longsor.
  • Perubahan lanskap: pola drainase air hujan di lereng, pergerakan tanah, pohon yang mulai miring.
  • Pintu atau jendela yang untuk pertama kalinya lengket atau seret.
  • Retakan baru pada plester, ubin, bata, atau fondasi.
  • Tanah membengkak di dasar lereng; tiang utilitas atau pohon yang miring.

Saat Terjadi

  • Dengarkan stasiun berita lokal via radio berbaterai untuk peringatan.
  • Tetaplah waspada dan terjaga saat badai yang dapat memicu longsor; banyak korban meninggal saat tertidur.
  • Apabila terjebak di jalur longsor, segera bergerak menanjak secepat mungkin.
  • Jangan melintasi jalan dengan air atau lumpur yang mengalir; jangan menyeberangi jembatan bila melihat aliran mendekat.
  • Apabila dekat sungai atau saluran, waspada terhadap perubahan tiba-tiba pada aliran air.

Setelah Terjadi

  • Jauhi area longsor; ancaman longsor susulan masih ada.
  • Dengarkan stasiun radio atau televisi lokal untuk informasi darurat terkini.
  • Waspadai banjir; longsor kerap diikuti banjir karena kondisi pemicu yang sama.
  • Periksa korban luka atau terjebak tanpa memasuki area longsor langsung; arahkan tim penyelamat.
  • Laporkan putusnya utilitas serta kerusakan jalan dan rel ke otoritas berwenang.
  • Tanam kembali lahan yang rusak sesegera mungkin untuk mencegah erosi dan longsor lanjutan.

Riwayat Tanah Longsor Besar di Indonesia (20 Tahun Terakhir)

Berikut beberapa tanah longsor besar di Indonesia dua dekade terakhir, diurutkan dari yang paling baru:

Tahun Peristiwa Lokasi Korban Jiwa
2019 Tanah longsor susulan musim hujan Sukabumi dan berbagai daerah Jawa Barat ~32
2014 Tanah longsor Banjarnegara Dusun Jemblung, Banjarnegara, Jawa Tengah 108 tertimbun (56+ ditemukan tewas)
2010 Banjir bandang dan longsor Wasior Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat ~158 (banjir longsor)
2006 Tanah longsor Cijeruk Cijeruk, Bogor, Jawa Barat ~13

Sumber data: BNPB dan Wikipedia.

Comments are closed.